Kamis, 05 Maret 2015

1.Tahun Peradaban Mesir Mesir adalah salah satu peradaban tertua di dunia semasa 4000 tahun sebelum Masehi. Penemuan Batu Rosetta pada abad ke-19 oleh pasukan Napolleon mengungkap peradaban mesir. Kehidupan di Mesir menjurus pada satu kekuasaan mutlak yaitu Kekuasaan Fir’aun (pharaoh). Bangsa Mesir Kuno menganut agama Polyteistis.Ciri gaya Mesir Kuno adalah Kesederhanaan,Keteraturan,Kerapihan,dan gaya –gaya lain yang menghadirkaan pengulangan ritmik.Teratai adalah bentuk hias khas Mesir Kuno,selain itu berupa papirus dan fauna yang bentuknya mendekati bentuk geometris.tahun 1805 sebelum Masehi adalah awal keruntuhan masa Kerajaan Mesir Kuno. 2. LETAK GEOGRAFIS Sungai Nil terbentang dari Pegunungan Kilimanjaro
(Sudan) hingga Laut Tengah dengan panjang kira-kira 5000 km. Keterasingan bangsa Mesir dengan kondisi geografis yang sebelah kiri dan kanan Sungai Nil adalah Gurun Nubia,namun kondisi ini memberikan keamanan bagi bangsa Mesir dari serangan luar • Daerah Mesir terletak di bagian utara Benua Afrika. • Wilayah Mesir berbatasan dengan :  Utara : Laut Tengah  Timur : Laut Merah  Selatan : Sudan  Barat : Libia • Jika daerah Mesir tidak dilalui Sungai Nil, Mesir akan tandus dan gersang karena alamnya terdiri atas daerah padang pasir seperti gurun di Libia, Nubia, dan Gurun Arab. • Berkat Sungai Nil itulah di daerah Mesir terdapat bagian-bagian daerah yang subur. • Sungai Nil bersumber dari mata air yang terletak jauh di Tanah Tinggi Afrika Timur. 3. Sistem Pemerintahan ◊ Bentuk Pemerintahan : Kerajaan ◊ Kawasan Mesir Kuno berbasis pertanian besar yang terdiri dari 20 provinsi, yang tiap provinsinya dikepalai seorang gubernur. ◊ Sedangkan kepala negaranya dikepalai oleh seorang firaun. ◊ Firaun berperan sebagai Raja Dewa (God Kings) ◊ Tapi pada 2133 SM, Firaun hanya diakui sebagai “keturunan dewa” saja 5. Sistem Kepercayaan Bangsa Mesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga mengenal kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan meninggal. Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain:  Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi.  Dewa Ra sebagai dewa matahari.  Dewa Thoth sebagai dewa pengetahuan.  Dewa Horus anak Dewa Osiris.  Dewa Amon sebagai dewa bulan.  Firaun (Pharaoh) sebagai penguasa kehidupan, politik dan keagamaan, Firaun(Pharaoh) ini diistimewakan karena dianggap Dewa Horus, perantara manusia dengan dewa dan pemelihara Sungai Nil. DEWA OSIRIS Kerajaannya terdapat di barat, ia menghakimi jiwa manusia menurut pahala yang mereka kumpulkan. Secara tradisional ia ditampilkan berkulit hijau dengan mengenakan janggut firaun, sebagian tubuhnya dibalut seperti mummi, mengenakan mahkota yang unik dengan dua bulu burung unta di kedua sisinya, memegang atribut kait dan cambuk. DEWA RA Ra digambarkan sebagai tubuh seorang pria dengan kepala elang dengan Ankh dan tongkat di tangannya. Ra terutama dipuja di Heliopolis (kota matahari) yang merupakan tempat pemujaan di Mesir kuno. Orang-orang Mesir menganggap Ra sebagai penakluk kejahatan dan kebohongan dengan membawa cahaya untuk dunia. DEWA THOTH Thoth adalah salah satu dewa paling penting di peradaban Mesir kuno. Dalam seni, ia sering digambarkan sebagai orang dengan kepala sebuah ibis atau babon. Mitra femininnya adalah Seshat Kuil utama yang terletak di kota Khmun, yang kemudian diubah namanya menjadi Hermopolis Magna semasa era Greco-Roma. DEWA HORUS • . Bentuk perwujudan paling awal dari Horus adalah Rajawali yang merupakan dewa pelindung Nekhen di Mesir Atas dan juga merupakan salah satu dewa nasional pertama Mesir. • Dewa ini secara khusus dikaitkan dengan raja (firaun) yang ketika hidup dianggap sebagai manifestasi Horus di muka bumi dan sebagai Osiris ketika sudah wafat. • Horus melayani banyak fungsi di jajaran Mesir, terutama menjadi dewa matahari, perang dan perlindungan DEWA AMON • Amon, rekonstruksi dari bahasa Mesir; Yamānu (juga diucapkan Amun, Amoun, Amen, dan kadang Imen). • BahasaYunani; Ἄμμων (diucapkan Ammon), dan Ἅμμων (diucapkan Hammon). • Amon adalah nama dewa dalam mitologi Mesir yang muncul secara berangsur-angsur dari konsep abstrak menjadi dewa pelindung Thebes dan menjadi salah satu dewa penting di Mesir Kuno sebelum memudar. FIR’AUN • Fir'aun (Arab: فرعون Firʻawn; bahasa Ibrani: פַּרְעֹה, paroh; bahasa Inggris: Pharaoh) adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh penguasa Mesir kuno dari semua periode. • Dahulu, gelar ini mulai digunakan untuk penguasa yang merupakan pemimpin keagamaan dan politik kesatuan Mesir kuno. • Untuk penyederhanaan, terdapat kesepakatan umum di antara penulis modern untuk menggunakan istilah ini untuk merujuk penguasa Mesir semua periode. • Firaun juga mengaku sebagai Tuhan 5. Peran Sungai Nil Bagi Masyarakat Mesir Kuno • Air dari sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. • Sepanjang sungai Nil digunakan sebagai jalur transportsai dagang internasional saat itu. • Menjadi sumber air masyarakat mesir kuno • Menjadi sumber tenaga pembangkit listrik air 6. BAHASA HIEROGLIF Hieroglif Mesir dalam Bahasa Inggris hieroglyphic adalah sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet. Masyarakat Mesir menggunakan hieroglif kursif BAHASA MESIR Bahasa Mesir adalah bahasa Afro-Asia yang sangat erat hubungannya dengan bahasa Berber, bahasa Semit, dan bahasa Beja. Bahasa ini bertahan sampai abad ke-5 Masehi dalam bentuk bahasa Demotik dan sampai abad ke-17 Masehi dalam bentuk bahasa Koptik. Bahasa Mesir Kuno baru dapat dibaca di abad modern setelah ditemukannya sebuah prasasti perjanjian yang disebut dengan Batu Rosetta. Batu ini ditulis dengan bahasa Yunani Kuno, bahasa hieroglif, dan demotik. Bahasa demotik sendiri memiliki bentuk yang lebih sederhana dari hieroglif. 7. Sistem Perekonomian Mesir Kuno • Pertanian Perekonomian kerajaan Mesir Kuno juga bergantung pada sungai Nil Mesir menjadi daerah subur karena lumpur yang terbawa ketika banjir terjadi menjadi lapisan humus bagi pertanian rakyat Mesir. Fungsi lain sebagai jalur transportasi dan jalur perdagangan dari laut Tengah hingga saat ini. • Perdagangan Pada masa pra dinasti, mereka berdagang dengan Nubia untuk memperoleh emas dan dupa. Orang Mesir kuno juga berdagang ke Palestina, Dinasti Kedua, Mesir kuno mendapatkan kayu berkualitas tinggi dari Byblos. Pada masa Dinasti Kelima, Mesir kuno dan Punt memperdagangkan emas, damar, eboni, gading, dan binatang liar seperti monyet. Mesir bergantung pada Anatolia untuk memasok persediaan timah dan tembaga untuk membuat perunggu. Orang Mesir kuno juga menghargai batu biru lapis lazuli, yang harus diimpor dari Afganistan. Partner dagang Mesir di Laut Tengah meliputi Yunani dan Kreta, yang menyediakan minyak zaitun. 8.Benda Benda Peninggalan : . Fosil manusia purba Jenis manusia purba mesir adalah manusia kera yang disebut austrolopithecan. Tulisan Hieroglif Tulisan ini dituliskan pada papyrus, yang merupakan lembaran-lembaran semacam kertas. Spinx Spinx ini diletakkan di depan piramid. Fungsinya sebagai penjaga piramid dari gangguan roh jahat. Piramid Bangunan berbentuk segitiga (kerucut) yang bertingkat-tingkat gunanya sebagai tempat penyimpanan mayat yang telah dibalsem Mummi Mummi adalah mayat yang dibalsem dengan ramuan atau mayat yang diawetkan Kuil adalah bangunan tempat pemujaan. Di depan kuil dibangun tugu-tugu yang berjajar yang disebut obelisk. Fungsinya selain sebagai lambang pemujaan terhadap dewa ra juga untuk mencatat kejadian-kejadian penting. 9. Hasil Kebudayaan Bangsa Mesir Kuno sangat menghargai penampilan dan kebersihan tubuh. Pakaian dibuat dengan linen sederhana yang diberi warna putih, baik wanita maupun pria di kelas yang lebih elit menggunakan wig, perhiasan, dan kosmetik. Anak-anak tidak mengenakan pakaian hingga mereka dianggap dewasa Bangsa Mesir Kuno mengenal berbagai macam hiburan, permainan dan musik, salah satunya adalah Senet, permainan papan yang bidaknya digerakkan dalam urutan acak. Selain itu mereka juga mengenal mehen. Juggling dan permainan menggunakan bola juga sering dimainkan anak-anak, juga permainan gulat sebagaimana digambarkan dalam makam Beni Hasan. Orang-orang kaya di Mesir Kuno juga gemar berburu dan berlayar untuk hiburan. Makanan pokok dari Mesir Kuno adalah roti dan bir, disertai dengan sayuran seperti bawang dengan sepotong ikan kering biasa. Roti dibuat dari gandum yang mereka sebut cyllestis. Bir terbuat dari gandum karena mereka kekurangan anggur dan buah-buahan untuk membuat anggur. Daging jarang dikonsumsi 10. Sebab-sebab Kemunduran • Meski ditaklukan kekuatan asing pada periode terakhir kekuasaan fir’aun secara resmi dianggap berakhir sekitar 31 SM,ketika kekaisaran romawi menaklukan dan menjadikan wilayah mesir ptolemeus sebagai bagian dari provinsi romawi. Meskipun ini bukan pendudukan asing pertama terhadap mesir periode kekuasaan romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah sungai nil yang secara efektif menandai berakhirnya kerajaan lembah sungai nil. 11. Hikmah yang didapat 1. Meneladani kerja keras bangsa Mesir kuno dalam mencapai tujuan, 2. Belajar memanfaatkan alam sebaik mungkin tanpa merusak mereka, 3. Taat dan rajin beribadah pada agama masing-masing, 4. Belajar menghargai budaya dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar