Kamis, 20 November 2014

Teks eksposisi menanggapi pendapat orang lain
KURIKULUM 2013
Assalamu’alaikumwarahmatullaahiwabarakaatuh.
Di Indonesia, berbagai social media ataupun media massa sedang hangat-hangatnya membicarakan produk teranyar Kementerian Pendidikan yang diberi nama KURIKULUM 2013. Kurikulum ini merupakan kebijakan baru di dunia pendidikan  Indonesia. Kurikulum ini terdapat banyak sekali kelebihan namun juga masih terdapat kekurangan. Mata pelajaran B.  Indonesia pun juga tak luput dari mata kritisi pendidikan dan masyarakat umum. Banyak sekali pendapat positif maupun negative dari mereka tentang hal tersebut. Terdapat beberapa hal yang perlu dibahas dalam kurikulum baru ini. Yang pertama adalah penambahan jam pelajaran. Masalah ini sering ditanggapi oleh para siswa karena dinilai berat dan menyibukkan aktivitas harian mereka. Untuk mata pelajaran B. Indonesia, jam pembelajaran dalam seminggu tidak terdapat perubahan alias tetap 4 jam pelajaran. Namun untuk mapel-mapel lain terdapat penambahan jam karena terdapat beberapa hal yang perlu untuk ditekankan lebih dalam dari mapel-mapel tersebut.

Yang kedua adalah kurikulum 2013 ini merupakan inovasi dan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, yaitu KTSP 2006. Begitu juga dengan mapel B. Indonesia versi kurukulum ‘13 yang merupakan penyempurnaan dari mapel B. Indonesia pada kurikulum yang lama. Jika masihterdapat kelemahan itu hal yang wajar karena berupa pengembangan dan masih terus disempurnakan melalui kinerja kementerian dan pendapat atau masukan dari pelaksana kurikulum seperti SMA kita.
Yang ketiga adalah kurikulum 2013 mempunyai misi mengembangankan karakter pejuang-pejuang muda Indonesia agar dapat melawan arus negatif globalisasi dan perkembangan zaman dengan iman, taqwa, dan keteguhan hati yang berpendidikan tinggi. Saat ini karakter menjadihal yang penting dalam kehidupan. Kepandaian jika tidak dilandasi dengan karakter yang baik dan kuat tidak akan bernilai apa-apa atau tidak akan maslahat di dunia dan di akhirat.
Yang keempat adalah dalam mengimplementasikan kurikulum, yang jauh lebih penting adalah guru sebagai ujung tombak dan garda terdepan dalam pelaksanakurikulum. Oleh karena itu betapa pentingnya kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum itu selain kompetensi, komitmen, tanggung jawabnya, dan kesejahteraannya yang harus terjaga. Kompetensi guru bukan saja menguasai apa yang harus dibelajarkan tapi bagaimana membelajarkan siswa yang menantang, menyenangkan, memotivasi, menginspirasi dan memberi ruang kepada siswa untuk melakukan keterampilan proses yaitu mengobservasi, bertanya, mencari tahu, dan  merefleks. Dalam pelajaran B. Indonesia, aspek-aspek tersebut sangat kelihatan karena dalam pembelajaransiswa dibiasakan untuk unjuk gigi dan mengemukakan pendapatnya sendiri mengenai materi yang dipelajari. Hal ini sudah sesuai dengan harapan kurikulum baru ini.
Secara umum, kurikulum 2013 memang masih terdapat kekurangan dan menuai tanggapan yang beragam dari masyarakat. Namun, kurikulum 2013 ini juga punya kelebihan yang lebih banyak daripada kelemahannya. Kementerian juga sudah melakukan usaha untuk menutupi kelemahan itu. Kita sebagai masyarakat ataupun pelaksana kebijakan tentunya berharap kurikulum 2013 ini menjadi lebih baik dan menjadi kurikulum yang sempurna untuk mewujudkan generasi yang terbaik untuk negara ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar